Kehilangan

Kehilangan Yang Terkasih

Senin 27 Juni 2011 pukul 06.00 WIB. Pagi itu aku ingin mandi dan aku melewati kamar mama dan ayahku tertidur. Di sana terlihat pemandangan yang berbeda dari raut wajah ayahku, mukanya pucat pasi, aliran darahnya berhenti dan aku secara refleks membangunkan mamaku yang masih tertidur di sebelah ayahku, aku kaget dan bingung. Langsung saja mamaku memanggil tetangga terdekat dan ternyata ayahku sudah berpulang ke rahmatullah. Tidak pernah terbayangkan olehku kalau ayahku akan meninggalkan kami secepat ini. Mungkin itu sudah takdir yang maha kuasa, Allah lebih sayang ayahku. Dari sini aku belajar bahwa kehilangan adalah hal yang pasti dialami oleh semua makhluk.

Ayahku tdak meninggalkan warisan berupa harta, tapi berupa ilmu yang sangat bermanfaat dan senantiasa mengalir sampai saat ini dan seterusnya. Semasa hidupnya, ayahku adalah orang yang baik dan penyayang keluarga, selalu membimbing istri menuju jalan yang benar dan memberikan pelajaran yang tidak akan terlupakan oleh mamaku, pasti. Ayahku dulu adalah seorang guru ngaji, beliau lulusan dari pesantren dan pintar, tulisannya juga bagus, hmm aku kangen. Ayah mewariskan ilmunya kepada mamaku sehingga mamaku sekarang bisa mengajar ngaji anak-anak, lumayan sedikit-sedikit.

Kehilangan adalah hal yang pasti dan mutlak dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Dari kehilangan kita bisa belajar ikhlas melepaskan seseorang. Dibalik pertemuan ada perpisahan, dibalik kehilangan juga tentunya ada pertemuan baru nanti... 

Komentar