Puisi Yang Jadi Saksi

Saya pernah begitu bodoh mencintai seseorang dengan sangat sampai-sampai apapun tentang dia, saya puisikan walaupun tidak bagus-bagus tapi saya tulus hahaha. Untuk mengenangmu yang pernah saya cintai dengan sangat.. 


Puisi ini untukmu...


"aku tersesat di hutan rindu yang kubuat sendiri"



Awal mengagumimu 

Sudah lama aku mendamba dirimu
Sudah lama aku menginginkanmu
Sudah lama rasa itu tumbuh
Tanpa berkurang dan tetap utuh

Dirimu selalu kutunggu
Dari fajar hingga senja
Dari hari ke hari
Dari minggu ke minggu
Dari bulan ke bulan
Selalu setia menunggumu

Aku sungguh berharap ada keajaiban
Tentang kita yang dipertemukan
Lalu membuat kenangan
Dan tak akan pernah kulupakan


Kenangan Yang Merindukan 

Malam minggu kita bertemu
Masih kuingat kau memakai topi merahmu
Kita berjalan kaki menuju mall
Walau berjalan kaki
Entah mengapa aku senang sekali
Malam mingguku tidak lagi kelabu waktu itu
Sebab, ada kamu yang menemaniku
Membeli sepatu
Yang kalau kupakai sepatu itu
Ku selalu ingat kamu 
Malam mingguku tidak lagi sendu saat itu
Masih ingatkah kau?
Saat kuajak bermain game
Saat kuajak berfoto lalu kau mau
Sungguh saat itu senangku terlalu
Malam mingguku hujan, tapi senang kala itu
Aku tidak akan pernah melupakan yang satu ini
Ketika aku kehujanan, lalu kau melindungi kepalaku agar tidak terkena rintikan hujan dengan topimu
Sementara kau sendiri rela hujan-hujanan 
Demi waktu, aku tidak akan pernah melupakanmu


Masihkah? 

Masih adakah foto saya didalam dompetmu?
Masih ingatkah kau tentang malam itu?
Masih tersimpankah di memori kepalamu tentang kenangan kita yang cuma sesaat itu?

Semoga segalanya masih...

I love you, but...
Masa depanmulah yang lebih saya cintai

Semoga kesuksesan berpihak padamu,
Kasih tak sampaiku...



Komentar

Posting Komentar